Thursday, May 4, 2017

Watu lawang mangunan

Watu Lawang Mangunan atau Dlingo merupakan daya tarik wisata alam dan perbukitan di daerah Mangunan Bantul selain Puncak Bukit Mangunan di dalam kawasan Kebun Buah Mangunan. Bukit ini Keberadaannya belum lama dikembangkan menjadi obyek wisata bersama dengan pengembangan kawasan desa wisata Mangunan. Bukit ini terlihat jelas dari Desa Wisata Kedungmiri dengan bentuk puncak bukit yang terbelah seperti pintu atau lawang dalam bahasa Jawa.


air terjun leppo

Air terjun Lepo memang tak hanya memiliki satu kolam alami untuk berenang dan bermain air. Sekilas Lepo sangat mirip dengan Erawan Falls di Erawan National Park, Thailand. Ada 4 tingkat kolam alami yang dihubungkan oleh 3 air terjun di tempat wisata yang mulai dikembangkan tahun 2013 ini. Masing-masing kolam alami memiliki kedalaman yang beragam. Kolam pertama yang kami lihat ketika sampai tempat wisata ini kedalamannya mencapai 2 meter. Di kolam inilah remaja maupun orang dewasa biasanya berenang.
Menyusuri jalan setapak dan tangga batu di sisi air terjun, YogYES sampai di tingkatan kolam kedua. Kolam yang paling luas ini kedalamannya hanya sebatas pinggang orang dewasa, sehingga lebih aman jika anak-anak bermain air di kolam ini. Meskipun tak jarang anak-anak memilih berenang di kolam pertama. Kolam kedua ini dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang tersusun eksotis. Sebuah titian batu dan selokan kecil menambah kecantikannya. Ceruk batu di salah satu sisi kolam menjadi spot terbaik menikmati air terjun di tingkat ini.




 Tampak beberapa remaja asyik memanfaatkan ceruk batu ini untuk ber-groufie. Sedangkan sebagian lainnya lebih memilih bermain air di dekat air terjun.
Tingkat ketiga adalah kolam yang paling dangkal, hingga bagian dasarnya yang tertutup endapan kapur pun terlihat dari permukaan air. YogYES kembali menyusuri jalan setapak dan tangga-tangga batu untuk sampai di kolam ketiga. Bagian yang menarik di kolam ketiga adalah tebing-tebing batu di sekitar air terjun yang berbentuk balok, seolah sengaja dipotong oleh tangan-tangan manusia. Karena tak ada persiapan baju ganti, kami harus puas hanya bermain air di kolam yang kedalamannya hanya mencapai lutut orang dewasa ini. Padahal, sejak pertama kali melihat warna turquoise yang mengisi kolam-kolam Air Terjun Lepo, kami sudah tak sabar untuk menceburkan diri ke dalam segarnya air. 

Tak berhenti di kolam ketiga, air terus mengalir ke kolam keempat sekaligus kolam terakhir. Tingkatan ini kira-kira sama dalamnya dengan kolam pertama namun jauh lebih sempit.
Sejuknya udara pegunungan dan keseruan bermain air telah menyihir kami hingga lupa kalau perut sudah mulai berdendang. Untungnya di sekitar Air Terjun Lepo sudah banyak warung-warung makan sederhana yang menyajikan beragam menu. Selain warung-warung makan, pengelola tempat wisata ini juga menyediakan kamar mandi, aula sederhana serta persewaan pelampung dan tikar. Serunya, untuk menikmati kecantikan Air Terjun Lepo, kita hanya perlu memberikan retribusi seikhlasnya serta tetap menjaga kebersihan dan keindahannya.

watu goyang mangunan

Puncak Watu Goyang adalah obyek wisata perbukitan baru di desa Mangunan tepatnya berada di pedukuhan Cempluk, Mangunan, Bantul. Desa Mangunan sendiri sudah sangat terkenal dengan berbagai macam wisata gardu pandangnya untuk melihat hijaunya alam Bantul dan menikmati matahari terbit maupun tenggelam seperti di kebun buah Mangunan, Panguk Kediwung, Jurang Tembelan dan lain-lain. 


Wisata Puncak Watu Goyang mulai diberdayakan oleh masyarakat sekitar pertengahan tahun 2016 lalu namun baru benar-benar dinikmati beberapa waktu ini dengan pembukaan akses jalan yang dibantu oleh Pemda dan fasilitas lainnya seperti parkir dan WC serta beberapa gazebo. Puncak Watu Goyang dapat dinikmati kapan saja baik pagi, siang maupun malam. Namun untuk lebih afdolnya, datanglah ke puncak Watu Goyang menjelang matahari terbenam karena puncak bukit ini langsung menghadap ke arah barat.

Dipuncak ada tulisan Watu Goyang yang dapat kita gunakan untuk properti swafoto. Nah untuk keunggulannya adalah di puncak Watu Goyang ini kita dapat menikmati pemandangan sekitar Imogiri. Puncak makam raja-raja Imogiri dapat dilihat dari ketinggian. Yang paling menarik tentu saja adalah view matahari terbenam karena puncak bukit Watu Goyang menghadap arah barat. Sayangnya saya kesini saat pagi. Namun tak apa, saya tetap menikmatinya.



Rumah hobbit sewu watu songgo langit mangunan

Rumah hobbit ini masih satu kawasan dengan seribu batu songgo langit yang terletak di dusun sukarame, mangunan, dlingo, bantuk, Yogyakarta. Rute menuju rumah hobbit ini sama dengan rute menuju kebun buah mangunan ataupun ke hutan pinus mangunan. Supaya gak bingung kamu bisa membuka google maps dan masukan koordinat -7.924133, 110.431982.
Selain rumah hobbit, di wisata seribu batu songgo langit kamu juga akan menemukan spot foto menarik lainya seperti jembatan kayu, rumah kayu, dan lain sebagainya. Selain itu ada juga fasilitas yang bisa menguji adrenalinmu seperti flying fox dan climbing. Sampai saat ini belum ditarik retribusi masuk. Jadi para pengunjung hanya membayar parkir saja yakni Rp 3 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.







Bukit mojo di mangunan

Bukit Mojo, mungkin namanya masih asing terdengar dan belum seterkenal Mangunan ataupun bukit Panguk yang akhir akhir ini mulai ngehits. Tapi pemandangan disini tak kalah indahnya lho. Bukit Mojo ini baru diresmikan sekitar tanggal 24 Juli 2016 lalu, jadi memang ini masih tergolong tempat baru. Tempat wisata ini dikelola bersama oleh warga sekitar. Senangnya sekarang banyak bermunculan tempat wisata sehingga bisa membantu sedikit perekonomian warga sekitarnya juga. Pemandangan yang ditawarkan disini adalah Sungai awan yang khas daerah mangunan dan pemandangan alam bukit bukit hijaunya. Selain itu kita bisa juga menikmati sunrise bila beruntung.
Bukit Mojo ini terletak di Gumelem, Mangunan, Dlingo, Bantul. Rute untuk sampai ke bukit Mojo ini hampir sama kalau mau ke arah Bukit Panguk, jalannya masih searah tapi nanti ada pertigaan tanda arah kalau ke kiri ke bukit Panguk, kita ambil jalan ke kanan ke arah bukit Mojo. Dari sini kurang lebih 1 km masuk melewati jalan desa dan ikuti petunjuk arah yang ada hingga nanti sampai ke bukit Mojo ini. Sebagian jalan ada yang masih berbatu dan rusak, jadi perlu hati-hati yaa, pastikan kendaraanya dalam kondisi baik, kalau bannya bocor disini susah cari tambal ban soalnya 
Rute dari Jogja : Terminal Giwangan – Jalan imogiri Timur – belok kiri dipertigaan imogiri – pertigaan belok kanan ke arah Mangunan – lurus ikuti jalan – Tugu Mangunan belok kanan ke arah kebun buah Mangunan – kalau ke kanan ke kebun buah, maka belok kiri (lurus) – SD Kanigoro -belok kanan – belok kiri – pertigaan arah panguk & Mojo, kita ambil kanan – ikuti jalan – Bukit Mojo. 





Di bukit Mojo ini disediakan tiga anjungan/gardu pandang kecil yang tersebar di barat, tengah dan timur bukit. Karena ukurannya kecil jadi perlu hati-hati ya, jangan kelebihan beban. Pemandangan dari ketiga anjungan juga sedikit berbeda. Anjungan yang sebelah barat kita bisa melihat jelas sungai Oyo dan bukit sekitarnya. Anjungan tengah ini ada pohon disisi kanan kirinya jadi lebih menarik untuk foto :p. Kalau anjungan sebelah timur ini terbuat dari pagar bambu dan lantainya dari batu, jadi berbeda dari dua anjungan lain yang terbuat dari kayu. Selain anjungan disini juga disediakan gubuk-gubuk untuk beristirahat dan menikmati pemandangan sekitar. Sayang waktu kami kesini suasananya mendung, jadi kami tidak bisa menimati pemandangan cantik ini secara maksimal.

bukit pangguk kediwung

Bukit Pangguk Kediwung, Dlingo, Bantul – Tidak hanya mempunyai beberapa objek wisata seperti, Sri Tanjung, Curug Lepo, Puncak Becici, dan Kebun Buah Mangunan yang berada pada daerah Kabupaten Bantul. Di Kabupaten tersebut juga terdapat tempat wisata lainnya, yaitu yang dikenal dengan nama Bukit Pangguk,Kediwung yang merupakan tempat wisata yang populer saat ini. Hal ini disebabkan karena tempat wisata yang satu ini memang sangat menarik untuk dikunjungi para penelusur alam. Yang membuat tempat wisata ini menjadi lebih menarik ialah, tempat ini terlihat seperti Punthuk Mongkrong yang ada di kota Magelang atau Bukit Sendaren yang ada di kota Purbalingga. Kediwung, Dlingo, Bantul ini menyuguhkan berbagai macam pemandangan alam yang sejuk dan asri, sehingga memang menjadi salah satu tempat wisata alam yang layak sekaligus yang direkomendasikan untuk didatangi.


Tempat wisata yang terletak di bibir bukit ini sangatlah eksotis, selain itu juga terdapat pemandangan yang menyajikan keindahan alam yang asri. Keindahan dan daya tarik buat tersebut sangatlah cocok untuk dijadikan sebagai latar belakang fotografi. Alasan mendasar yang membuat tempat ini semakin terlihat indah dan begitu menarik, karena di bukit ini para wisatawan dapat melihat pemandangan alam berupa hamparan pegunungan yang luas dan panorama langit biru yang amat menyejukkan jiwa pengunjung.

Di tempat ini sudah terdapat fasilitas berupa gardu pandang yang mengarah ke bibir tebing sehingga pengunjung dapat berpose selfie dengan angel yang diinginkan. Jika, ingin menikmati pemandangannya secara keseluruhan disarankan untuk datang lebih pagi, karena di tempat ini telah menyediakan kejutan panorama alam yang membuat wisatawan merasakan takjub akan keindahan alam berupa selimut kabut yang dapat dilihat dari Gardu Pandang yang sudah disediakan.





Untuk menuju ke tepat wisata Bukit Pangguk Kediwung, akses jalannya dapat dimulai dengan mengikuti arah menuju Hutan Pinus atau Kebun Buah Mangunan. Dari arah Jogja bisa ambil jalur ke Imogiri, lalu mengarah ke tempat wilayah Dlingo, dimana terdapat Kebun Buah Mangunan berada. Jika wisatawan sudah sampai disekitar Kebun Buah Mangunan, agar tidak tersesat bertanyalah kepada warga setempat untuk mengetahui arah selanjutnya. Perlu juga untuk diingat bahwa akses jalan menuju tempat wisata Kediwung, Dlingo, Bantul cukup ekstrim atau membahayakan. Oleh karena itu, saat ingin menempuh perjalanan ke tempat wisata ini pastikan kondisi kendaraan anda prima begitu pula dengan kondisi fisik anda.

Belum diwajibkan untuk membayar tiket masuk di tempat ini, namun jika ingin membantu proses pembangunan tempt wisata para wisatawan bisa membayar seikhlasnya. Akan tetapi, di tempat wisata ini para wisatawan tetap harus membayar parkir kendaraan, sekitar Rp. 2.000,- untuk sepeda motor dan sekitar Rp. 5000,- untuk mobil. Kendati demikian di tempat wisata ini sudah disediakan warung makan dan gazebo sebagai tempat untuk beristirahat.

Jalan malioboro

Dalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta.
Pada tanggal 20 Desember 2013, pukul 10.30 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X nama dua ruas jalan Malioboro dikembalikan ke nama aslinya, Jalan Pangeran Mangkubumi menjadi jalan Margo Utomo, dan Jalan Jenderal Achmad Yani menjadi jalan Margo Mulyo.[1]
Terdapat beberapa objek bersejarah di kawasan tiga jalan ini antara lain Tugu YogyakartaStasiun TuguGedung AgungPasar BeringharjoBenteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret.
Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening artpantomim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.